Pembuatan Pola Dan Cara Desain Menangani Kulit

Pola adalah bentuk atau motif benda yang digunting di kertas dan bahan lainnya yang meliputi karton, lembaran timah, seng atau lembaran besi galvanis, lembaran plastik dll dan digunakan sebagai panduanĀ Judi Bola dalam memproduksi barang dari kulit. Mereka juga mengacu pada desain / hiasan / motif yang sudah disiapkan yang ditujukan untuk transfer ke kulit dan permukaan lainnya untuk memperbaiki atau menduplikasinya pada kulit.

Sekali lagi, pola juga mengacu pada kesan atau dekorasi yang dibuat di permukaan. Pola bisa dicap, ditenun, dibatik, dihias timbul, ditoreh, ditarik, dikupas, diikat dadu dll di kulit.

Fungsi / Keuntungan Pola

1. Pola membantu dalam pemotongan kulit.
2. Mereka membantu dalam kelancaran produksi jumlah barang kulit secara massal.
3. Ini membantu seniman kulit dalam menghindari pemborosan bahan.
4. Ini membantu dalam menghemat waktu artis.
5. Ini memastikan keakuratan pekerjaan.
6. Ini berfungsi sebagai cara untuk memeriksa apakah ide-ide seniman akan bekerja sebelum menghasilkan produk yang sebenarnya.

Prosedur Penyiapan dan Pemindahan Desain Dari Pola ke Kulit

1. Gambarkan disain / motif / motif.
2. Potong bentuk dengan gunting, pisau dll.
3. Letakkan kulit yang lembab pada permukaan yang rata dan rata.
4. Letakkan pola potongan pada sisi daging kulit pada sisi sebaliknya. Pola kertas harus diletakkan di atas kulit sehemat mungkin menghindari tanda atau kekurangan apapun.
5. Tempatkan beban di tengah pola. Pola kecil bisa dipegang di posisi dengan jari. Tepi lurus paling baik diatur dengan bantuan ujung baja lurus.
6. Trace out pattern dengan ball point pen, awl atau bone folder dll.

Merancang Menangani Tas Tangan

1. Ukuran tas tangan sangat penting. Mungkin kecil, sedang atau besar. Ini akan membantu pekerja kulit untuk menghasilkan pegangan yang sesuai agar sesuai dengan ukuran barang kulit.

2. Tujuan atau fungsi tas harus diketahui. IniĀ Judi Bola Online akan membantu pekerja kulit untuk mengetahui bagian terbaik dari tas untuk membungkus pegangan apakah, di bagian atas, samping atau di sekeliling gagangnya. Ini akan membantunya mengetahui jenis kulit yang akan digunakan dalam memproduksi pegangan. Misalnya, jika tas tangan itu digunakan untuk belanja maka dibutuhkan pegangan yang kuat. Karena ini, kulit tebal harus digunakan untuk menghasilkan pegangan.

3. Sifat tas tangan harus diketahui. Apakah tas itu memiliki bagian atas yang rata dengan tutup tas, tas ditutup dengan ritsleting atau tas tangan terbuka atas dll? Pengetahuan ini akan membantu para pekerja kulit untuk mengetahui posisi posisi pegangan.

4. Leatherworker harus tahu bentuk tasnya. Ini akan membantu perancang untuk mengetahui jenis pegangan yang akan suite tas kulit.

5. Jenis kulit tersedia untuk pekerjaan. Ini akan membantu perancang untuk mengetahui apakah memasang lapisan atau menghilangkan lapisan.

Tinggalkan Balasan